by

Harga Lahan Garapan Masyarakat Dihargai 3 Ribu Perak Per Meter. Badak Banten “Dimana Rasa Kemanusiaan Dan Keadilan”

Protapriau. Com, LEBAK, Kegiatan penambangan emas oleh PT. Suda Miskin di Kecamatan Panggarangan akan segera di lakukan. Hal ini disampaikan oleh Ridwan, wakil dari PT. Suda Miskin ketika melakukan sosialisasi penataan, pematokan, tata batas areal PT. Suda Miskin. Selasa, 15/9/2020 di Kantor Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak. Selasa, ( 15/9/2020 )

Dalam pemaparannya, Ridwan menyampaikan bahwa berdasar IUP OP Nomor 503.3/05/BPMPTT/IUP.OP/2013, PT. Suda Miskin diberikan izin untuk melakukan aktifitas pertambangan dilahan seluas 3.000 hektar yang tersebar di lima desa yaitu Desa Cimandiri, Cibarengkok, Gununggede, Sogong Kecamatan Panggarangan dan Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak-Banten.

“Hari ini kita lakukan sosialisasi
penataan, pematokan, tata batas areal. Tidak lama lagi kami akan segera melakukan pemasangan tanda batas areal yang masuk dalam plot areal tambang” ujar Ridwan.

Sementara itu, Asep Pahrudin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badak Banten Kecamatan Panggarangan menilai bahwa sosialisasi penataan, pematokan, tata batas ini tidak memberikan gambaran secara utuh tentang penyebaran lahan yang sudah dikuasuai atau yang akan dikuasai oleh PT. Suda Miskin, karena pihak perusahaan lanjut Asep tidak menjelaskan areal mana saja yang nantinya akan dijadikan areal produksi tambang emas PT. Suda Miskin.

“Harusnya PT. Suda Miskin menampilkan peta penguasaan lahan yang akan dijadikan areal tambang” ujar Asep.

Selain itu terang Asep, proses pembebasan lahan dinilai bermadalah. Pasalnya dari lima desa yang terploting dalam rencana pembebasan lahan PT Suda Miskin seluas kurang lebih 3.000 hektar, dua desa sudah dilakukan pembebasan. Yakni di Desa Gunung Gede seluas 25 hektar dan Desa Sogong seluas 10 hektar. Sementara di Desa Cibarengkok dan Desa Cimandiri, Kecamatan Panggarangan dan Desa Mekarsari Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak belum dilakukan realisasi pembebasan lahan.

Asep Pahrudin Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badak Banten Kecamatan Panggarangan menuturkan, Idealnya sebelum dilakukan pembebasan lahan, seharusnya dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, agar masyarakat dapat mengetahui peruntukan pembebasan lahan tersebut.

Menurut Asep, PT. Suda Miskin terkesan diam-dian dalam melakukan pembelian lahan yang digarap oleh masyarakat. Sehingga dengan minimnya sosialisasi, masyarakat tidak tahu berapa nilai harga lahan per meternya.

Selanjutnya terang Asep, proses pembebasan lahan tersebut juga diduga jauh dibawah nilai jual Obyek Pajak (NJOP), yakni sebesar 3 ribu rupiah per meter persegi tanpa mempertimbangkan tanaman yang ada di atas lahan tersebut. Penentuan harga tersebut terang Asep, telah mencederai nilai asas kemanusiaan, keadilan dan keterbukaan, keikutsertaan dan kesepakatan.

“Masa ia sih lahan garapan masyarakat di hargai serendah itu. Dimana rasa kemanusiaan dan rasa keadilannya” ujar Asep.

Selain itu lanjut Asep, peran pemerintah desa dalam mensukseskan pembebasan lahan terkesan berpihak kepada pihak perusahaan. Pemerintah desa terkesan menjadi cukong pelantara perusahaan. Hal ini terlihat ketika kepala desa atau perangkat desa ikut serta mengumpulkan SPPT lahan garapan masyarakat, untuk selanjutnya SPPT tersebut diserahkan kepada pihak perusahaan untuk selanjutnya di urus oper alih garapan.

“Sejauh ini saya melihat pemerintah desa tidak pro masyarakat dan terkesan menjadi kroni perusahaan” ujar Asep.

Untuk itu, demi rasa keadilan masyarakat dan untuk mengedepankan azas keterbukaan, terang Asep, dalam waktu dekat ini Badak Banten DPC Panggarangan akan melayangkan surat permohonan audiensi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Panggarangan, Pemerintah Desa yang terploting dalam areal tambang dan pihak PT Suda Miskin guna mengorek informasi yang lebih jauh tentang rencana kegiatan penambangan ini.

“Kami ingin agar tidak ada satupun masyarakat yang merasa dirugikan oleh aktifitas perusahaan tersebut. Amanat UUD 1945 bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin. ( RHM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed