by

Tanggapan Anggota DPRD Dharmasraya Fraksi Nasdem Tentang Giat Pamalayu

Rabu, 06 November 2019

Protap Riau.Com, Dharmasraya – Senin, 28 Oktober 2019, sekira pukul 10.00 Wib di tempat kediaman Ampera Labuhan Basa, Jalan Muara Mau, Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung. Wartawan ini, mencoba untuk mengkonfirmasi tentang giat Pamalayu dalam pandangan salah satu anggota DPRD kabupaten Dharmasraya Fraksi Nasdem.

Bahwa, Pamalayu itu belum separoh dari masyarakat Dharmasraya mengerti maksud dan tujuannya. Karena apa,”Ungkap beliau.

Pamalayu itu, secara pemahaman masyarakat awam adalah budaya masa lalu jaman Hindu dan Budha sejak nenek moyang makan kalong dulu. Itu pemahaman yang tersirat, dari turun temurun sebelum masuknya agama Islam ke Tanah Minang. Pamalayu, dari pandangan yang paham adalah misi kerajaan Singosari Kartanagara untuk menguasai pulau Swarnna Bhumi dan cita-cita Kartanegara mendirikan Jawa Agung.

Bila, dilihat dari sudut pandang yang lagi di giatkan oleh Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sekarang adalah, mengingatkan masyarakat Dharmasraya bahwa kita adalah pernah besar dan menguasai Nusantara hingga ke Malaya dan Thailand. Pamalayu masa lalu kerajaan Dharmasraya, dan kita mempunyai sejarah yang sangat tinggi nilainya. Hingga, banyak ditemukan Arca dan Prasasti sebagai bukti peninggalan kerajaan Dharmasraya. Akan tetapi, lebih baiknya pemerintahan sekarang memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan maksud dan tujuan itu sendiri. Supaya, jangan salah menilai kilah Datuk Labuhan dengan tersenyum menuturkan kata-katanya dengan bijak.
Kita lihat pada persiapan tanggal 23 September yang lalu, berbagai simpang siur pendapat publik tentang dengan acara Hari Maritim atau hari rempah-rempah. Banyak, kalangan dari Ninik Mamak sendiri bertanya-tanya apakah pemahaman ini sudah bak kata pitatah Minang,”Kok bulek bisa di golekan, kok pipih bisa di layangkan, dan ala bolek ayie di panutuhan..??. Tapi, mufakat antara pemerintahan dengan Ninik mamak sebagai yang di anjungan dalam kaum atau suku di ranah alam Minangkabau tentu aso jo pisoh, ereng jo gendeng. Kita, pahami terlebih dahulu,”Imbuh bakal calon bupati ini.

DT.Labuhan sangat mendukung pemerintahan sekarang, apalagi dengan Pamalayu. Tapi, singkronkanlah dengan masyarakat apa itu kegiatan atau Giat yang kita lakukan. Saya sendiri kagum, dengan Bupati begitu semangatnya Dia membangun daerah dan apalagi sejarah masa lalu Dharmasraya yang begitu Agungnya dan bisa menguasai Asia Tenggara saat ini.

Jika kita mempunyai Giat sejarah, tolong sosialisasikan pada masyarakat mulai dari Jorong, Nagari, Kecamatan, serta Kaum adat/Ninik Mamak, Cadiak Pandai, alim ulama, candiko dan karang taruna, ormas, pemuda, juga publik yang merespon atau memberikan imformasi ditengah-tengah masyarakat kita. Sosialisasi ini tidak bisa dengan waktu singkat, tetapi perlu dengan waktu panjang agar pemahamannya bisa diterimah oleh masyarakat. Satu lagi di sayangkan acara Pamalayu ini konsepnya apa..??? Air atau Sungai, Apa sejarah kerajaan dengan peradapannya atau Giat yang tujuan tertentu..??? Jangan salah menilai dulu,”Pungkas beliau dengan senyum. (erman ali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed