by

SPBU.14-275-547 SUNGAI BETUNG KOTO-BARU, DHARMASRAYA MENJUAL KOUTA KE PROVINSI JAMBI

Sabtu, 21 Desember 2019

Protap Riau.com, Dharmasraya – Kepala BPH Migas M.Fanshurulloh, ada 10 Provinsi yang jebol kuota subsidi antara lain; Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Kepulauan Riau, SUMBAR, Sulawesi Barat, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Bangka Belitung.

Kejebolan kuota tersebut, di sebabkan adanya aktivitas Pertambangan dan Perkebunan. Informasi, dari humas BPH Migas di Jakarta.

Lain halnya di Dharmasraya, terutama SPBU 14-275-547 Sungai Betung, Koto-Baru. Kuota subsidi divinitif, area Kecamatan Koto-Baru, Dharmasraya, Provinsi Sumbar di jual ke daerah Tetangga yakni Provinsi Jambi.

Ketika team investigasi, awak media mengkonfirmasi ke Kapolres Dharmasraya melalui Kasat Reskrim lewat hand phone, Beliau membenarkan penangkapan minyak Solar sekitar 3 TON lebih yang diangkut dengan memakai mobil L 300 pic up”Jelasnya.

Penangkapan, yang di lakukan oleh anggota Polres Dharmasraya tersebut menyebutkan di SPBU Sungai Betung jenis subsidi solar,”Imbuh beliau.
Team awak media, ketika mendatangi SPBU tersebut guna untuk konfirmasi lanjutan. Tetapi, semua karyawan yang ada di SPBU tersebut cuma bilang kami karyawan 9 orang disini. Tidak tau, me nau dengan kejadian itu,”Kilah salah satu karyawan SPBU tersebut.

Lalu, team awak media menanyakan manager di SPBU tersebut, malah beliau dengan lantang mengatakan kami tidak ada manager dan kami hanya sama besar semua dari ke 9 tersebut. Dan beliau juga mengatakan, cuma Ibuk yang di Padang sebagai pemiliknyalah segala urusan yang bertanggung jawab.”Pungkas beliau.

Benar,”Ungkap salah seorang masyarakat pengunjung SPBU ini, yang mau mengisi BBM untuk kendaraannya, yang enggan menyebutkan namanya bahwa sering tidak kebagian mendapatkan solar, dan ini penyebabnya. Nampaknya, SPBU ini lebih mementingkan pengisian galon dari pada kendaraan.”Sebut Sumber yang tak ingin di sebutkan namanya.

Apalagi, subsidi masyarakat Dharmasraya ini di jual ke daerah yang bukan kouta subsidi yang di peruntukan. Ini adalah, akal-akalan karyawan pengisian tanpa pengetahuan pemilik SPBU ini dengan iming-iming fee galon pada pengisian. Coba, bayangkan 3 Ton lebih yang ditangkap coba berapa galon itu,”Ketusnya, dengan mengakhiri ucapannya.

Roby Hervindo, melalui unite manager com,rel dan CSR MOR I Padang, telah menyepakati dengan komisi III DPRD Tk.I Sumbar diketuai oleh Aprizal. Disamping, penambahan kuata solar 30% pasokan BBM Solar. Juga, harus dipatuhi Kepres nomor 191 tahun 2014 tentang peruntukan subsidi BBM tersebut, cuma 100 liter bisa di dapati per person,”demikian keterangan dari bagian informasi DPRD Tk I Sumbar.

Informasi, yang terhimpun awak media melalui humas BPH Migas, demi memenuhi kebutuhan akhir tahun 2019 ini, 15,31-15,94 KL solar di kucurkan lagi.

Jadi, Undang-undang Migas nomor 22 tahun 2001 pasal 8 ayat 2,dan pasal 55 dan pasal 53, baik pengangkutan transportasi maupun mengangkangi undang-undang ini dan telah tepat di terapkan pada pelaku yang mensuplai solar 3 TON memakai L300 ini dan sanksi dilakukan MOR I padang pada SPBU nakal yakni sanksi seberat-beratnya pencabutan izin. Itu, penegak hukum yang akan menindak lanjutinya. (team/ermanali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed