by

MOBIL PENGANGKUT PUPUK AWB DI TAHAN OLEH DINAS PERHUBUNGAN DHARMASRAYA DI TAHAN 1 HARI 1 MALAM KOK BISA LEPAS, ADA APA??

Rabu, 23 Oktober 2019

Protap riau.com, Dharmasraya – Sekira pukul 10.00 Wib, hari Senin tanggal 21 Oktober Team investigasi beberapa media, mendapatkan informasi dari seorang sopir pengangkut pupuk dari Padang dengan tujuan PT. AWB Dharmasraya. Akan tetapi, menurut sopir Truk tersebut kami ditahan dulu oleh pihak Dinas Perhubungan karena muatan lebih dari kapasitas jalan PEMDA DHARMASRAYA 10 Ton. Sedangkan, angkutan kami berkisar 11 Ton,”Kilah Sang sopir, yang enggan menyebutkan jati diri beliau.

Lain halnya, ketika kami mencoba mengkonfirmasi sama Kabit LLAJ Dinas Perhubungan Catur Eby mengungkapkan, pada awak media kami tidak akan melepaskan mobil tersebut selagi angkutan melebihi kapasitas jalan. Catur juga mengungkapkan, konfirmasilah sama Kadis lebih jelasnya.

Saat kami, menuju ruangan Kadis tapi telah ada tamu dari Padang yang antrean menunggu mau jumpa Kadis saat kami konfirmasi pada tamu dari Padang tersebut, dan akhirnya Pak Jun sebagai petugas dengan jabatan sebagai Kasi Lalu Lintas. Pak. Jun tersebut dan membawa tamu dari Padang ke warung makan di samping Kantor Dishub tersebut.

Wartawan ini, melihat dengan kasak mata yang tidak ingin kami jumpai guna konfirmasi dan hanya Pak. Catur Eby menunjuk dengan isyarat. Bahwa, tamu yang di bawah Pak Jun itu yang utusan Pemilik (DO) pupuk dari Padang yang di utus oleh AWB guna membuat perjanjian dengan pihak Dishub Dharmasraya.

Sekira malamnya, berlangsung sekira pukul 22.00 Wib kami konfirmasikan pada salah satu sopir Truk pengangkut pupuk. Bahwa, pihak perusahaan telah negosiasi dengan Dishub Dharmasraya dan kami bisa masuk pagi nanti,”Kilahnya.

Pagi itu, jam 9.00 Wib team bergerak ke Perusahaan PT.AWB, memang truk pupuk sedang membongkar muatan di gudang perusahaan tetsebut. Anton menjabat, sebagai kepala Sekuriti PT.AWB menyampaikan pada awak media bahwa membenarkan mobil pupuk tersebut di tahan oleh Dinas Perhubungan Dharmasraya dan telah siap di urus oleh orang Padang,”Imbuh Anton.

Sebenarnya, ada apa dengan Dinas Perhubungan Dharmasraya tangkap mobil lalu lepas, dan tangkap lagi lalu lepas lagi kilah salah seorang penduduk yang ada di jalan simpang Ragusa Sitiung V Koto Baru. Thalib, salah satu tokoh Koto Padang berkali kali melaporkan langsung pada awak media ini, kami masyarakat tidak percaya dengan dinas ini karena jika ada penangkapan pos simpang Ragusa di jaga habis itu negosiasi lepas lagi dan kalau tidak salah terhitung lagi kali penangkapan dan lepas dengan kedok buat surat perjanjian. Sebenarnya ada apa dengan dinas ini..???.

Menurut Undang-Undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pelanggar dimensi angkutan di ancam pidana 1 tahun atau denda paling banyak 24 juta rupiah.

Dilihat dari pelanggaran tersebut atau angkutan pupuk, seharusnya di tilang langsung karena perbuatan sudah berulang-ulang kali di langgar oleh pihak perusahaan dan pemilik usaha pupuk guna meloloskan angkutan tersebut.

Momen ini, sering di lakukan oleh perusaha’an dan jadi suatu target oleh dinas terkait dan belum ada efek jerahnya dan asumsi publik adalah suatu permainan untuk hitung-hitungan saja alias senang sesaat. (team)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed