by

Mega Proyek Rusun Milyaran Rupiah Di Dharmasraya Di Nilai Publik

Selasa, 10 Desember 2019

Protap Riau.Com, Dharmasraya – Pembangunan Rumah Susun (Rusun) Kabupaten Dharmasraya (paket 1) merupakan, proyek APBN yang dikerjakan oleh PT.CIPTA ADHI GUNA, dibawah pengawasan MK: PT.RIAU MULTI CIPTA DIMENSI dan konsultan: PT.KANTA KARYA UTAMA.

Proyek miliaran ini, dengan nomor kontrak: 01/HK/PEMB-DUSUN/PNPR-SB/VIII-2019. senilai Rp.16.379.980.000,00 masa kontrak 145 (hari kelender) sejak 09 Agustus 2019.

Dari hasil, investigasi awak media dan laporan masyarakat. Pembangunan, rumah susun di Kecamatan Sungai Rumbai Dharmasraya dinilai kurang terbuka pada publik.

Berdasarkan, undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2000 bahwa organisasi masyarakat (LSM/Pers) juga masyarakat wajib mengawasi, menegur, bahkan melaporkan jika terjadi ketimpangan yang merugikan negara.
Sebut saja Pak Mul, pelaksana lapangan proyek Rusun tersebut. Ketika, di konfirmasi pemakaian Hollow brick, Pak Mul menjawab bahwa pemakaian hollow brick tersebut sudah tertuang pada kontrak. Kenapa, tidak batako atau BATA yang sering dipergunakan dan telah teruji qualitinya dan telah lulus SNI. Ketika, ditanya sertifikasi kelayakan hollow brick Pak Mul tidak menjawab.

Pada item yang lain, seperti pemadatan lantai kerja di tingkat dasar (lantai pertama), cuma pakai pemadatan manual dan tidak memakai Vibroker, apakah dalam kontrak juga tidak memakai alat pendukung???

Sewaktu, berita ini kami turunkan atau sampai saat ini Protap Riau.Com telah berulang ulang kali menghubungi pihak instansi terkait. Baik, dilakukan lewat handphone maupun ke kantor Perkimtan Kabupaten Dharmasraya Namun nihil.

Salah seorang penduduk inisial UA mengungkapkan, pada media ini, aneh pemandangan kami awam selama ini. Batu bata, yang dipakai oleh proyek pemerintah dan berlisensi SNI, dan kini sudah layak hollow brick atau batu lubrik.”Pungkas bapak tersebut (Red-Lantai kerja tingkat dasar).

Tanggapan LSM ACIA koordinator Dharmasraya mengungkapkan, bahwa perlu dikaji perjanjian kontrak proyek Rusun tersebut melalui peraturan yang berlaku.

Apakah, telah mematuhi SMP 3 dan peraturan K3 dalam pemenangan kontrak..???

Mana tenaga ahli, dan berapa orang yang dibutuhkan dan apakah telah sesuai sertifikasi keahliannya..??. Mana tenaga technik dan apakah sertifikasi tingkatannya..???. Untuk K3 septi telah terlaksana..??? jika semua itu telah media kros cek dan telah lengkap menurut kontrak mau apalagi..??? jika tidak sesuai, LSM ACIA bersedia akan menindak lanjuti sebagai laporan pada inspektorat dan tembusan ke KPK, sebagai dugaan proyek tersebut. (Team investigasi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed