by

POLISI BERHASIL BURU GURU SMP CABULI MURID

Jumat, 06 Desember 2019

Protap Riau.Com, RENGAT – Tim Gabungan PPA Satreskrim dan Opsnal Narasinga Reskrim Polres Inhu, Berhasil menangkap seorang guru honorer berinisial RR yang melakukan pencabulan terhadap 7 murid laki-laki.

Kapolres AKBP.Efrizal.S.IK melalui Paur Humas Aipda.Misran kepada wartawan, Kamis (5/12/2019) mengatakan, RR ditangkap di Kepulauan Meranti. Pelaku kabur ke Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimunjawa, Kepulauan Riau setelah melakukan pencabulan terhadap anak.

“Dia selalu pindah tempat, untuk menghindari kejaran polisi. Namun, tim akhirnya memutuskan mengejar pelarian sang guru saat berada di Kepulauan Meranti,”Ujar Misran.

RR selama ini, bekerja sebagai guru kehormatan di SMP di Inhu. Informasinya, ketujuh muridnya dicabuli berganti dengan mode mengambil nilai sekolah. Dalam aksinya, korban diundang ke rumah saat pulang dengan alasan yang diberikan tambahan untuk tempat untuk menerima nilai.

Tanpa curiga, korban datang ke rumah korban. Namun siapa sangka. Saat berada di rumah pelaku, korban disuruh memegang alat vital dan melakukan tindakan cabul dengan janji akan dijadikan juara kelas.

“Bila ada yang menolak, akan memberikan nilai rendah di rapor mereka. Karena itu, dengan meminta para korban mengikuti kemauan sang guru,”Papar Misran.

Diduga, berbahaya memiliki seks menyimpang. Karena, semua korban yang dicabulinya adalah laki-laki. Salah seorang murid, yang jadi korban RR menjelaskan, melakukan telah dua kali melakukan tindakan cabul terhadap dirinya. Itu membuat korban trauma dan takut sekolah.

Perbuatan bejat pelaku, terkuak saat salah satu korban yang tidak terima atas perbuatan seseorang melapor kepada orang tuanya. Mengetahui hal itu, orang tua korban marah dan langsung menjumpai RR di sekolah. Bersama, orang tua korban lain, mereka menuju sekolah.

Takut karena perlakuannya telah diketahui orang tua wali murid, RR langsung cabut ke kota lain untuk bersembunyi. Sampai akhirnya, petugas mendapat informasi, pelaku malarikan diri ke Kepulauan Riau.

Tim melakukan pengejaran ke Desa Sawang, Kecamatan Kundur. Dan berhasil membekuk tersangka.
“Pelaku, akan dijerat dengan pasal 82 ayat 2 dan 3 UURI no 17 tahun 2016 atas penetapan Perppu No 01 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UURI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,”Papar Misran. (Kdy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed