OLAH RAGA

by

Pelaksanakan Proyek Jalan Nasional Wilayah I Riau-Bts Sumbar T.A.2013

Foto:Hbc
Minggu,29 Juni 2014
PPK, Syamsurizal,ST Diduga Terlibat Korupsi
Protap Riau.Com,Pekanbaru– Pembangunan dan Pengikatan Jalan Nasional dari Jalan Subrantas Pekanbaru-Batas Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun anggaran 2013, diduga berbau korupsi. Pasalnya, jumlah paket proyek yang begitu banyak, menelan dana APBN T.A 2013 sebesar Rp.72.722.407.000 (tujuh puluh dua miliar tujuh ratus dua puluh dua juta empat ratus tujuh ribu rupiah). Dengan nilai anggaran puluhan milyaran ini, dinilai tidak sesuai dengan progress kinerja di lapangan.Bahkan ada beberapa pekerjaan lapangan yang dinilai asal jadi.

Diduga kuat, terjadi penyimpangan atau indikasi kerugiankeuangan Negara berdasarkan hasil pantauan wartawan BERANTAS, Sabtu (7/6/2014) lalu.Bahwa, kondisi proyek sebagaimana dimaksud sangat memprihatinkan.Beberapa titik di lokasi, ditemukan kerusakan jalan seperti retak-retak dan berlobang, juga terlihat Bahu jalan yang sangat hancur.

Demikian pula dengan pengerjaanDrainase.Selain telah mengakibatkan kerugian keuangan negera atas dugaan korupsi ini, juga mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan karena kondisi jalan dimaksud sangat memprihatinkan.

Terkait dengan kondisi ini, awak media ini sudah beberapa kali mendatangikantor Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pelaksanaan tekis kegiatan yaitu, Syamsurizal, ST dijalan Soekarno Hatta atau tepatnya di simpang jalan Arifin Ahmad No.41 Pekanbaru. Namun sangat disayangkan karena Syamrurizal tidak pernah masuk kantor selamat 2 minggu ini. “ Kami tidak tahu kemana pak Syamsurizal, yang jelas sudah dua minngu ini beliau tidak pernah masuk kantor,” sebut salah satu staf Syamsurizal ketika dikonfirmasi wartawan.

PPK Syamsurizal dan sejumlah stafnya, diduga terlibat dalam penyimpangan dana APBN tahun 2013. Sebab, saat awak media mencari Syamsurizal di kantornya, salah satu stafnya yang dipertanyakan identitasnya, namun tidak bersedia memberitahukannya.Padahal, tujuan awak media saat itu untuk menemui Syamsurizal meminta klarifikasi terkait kondisi proyek di lapangan yang ditangani Syamsurizal.

Awak media tidak hanya sekedar menemui Syamsurizal, tetapi sekaligus menyampaikan surat konfirmasi tertulis. Namun tidak direspon Syamsurizal dan para stafnya. “ Sebagai mitra pemerintah, media massa melakukan konfirmasi berita kepada siapa saja, khususnya kepada Departemen PU-Direktorat Jenderal Bina Marga yang berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Wilayah I Riau), adalah untuk keseimbangan informasi berita, sehingga publik tidak merasa bingung atas informasi yang disajikan media massa. Ternyata tidak direspon.Jadi kita sangat menyesalkan sikap Syamsurizal ini,” kesal wartawan.(Hrb/Dk)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *