by

Bupati ; Walau Pun Badai Menghadang Kita, Namun Semangat Kita Tidak Akan Pudar

Jumat, 03 Januari 2020

Protapriau.com, Dharmasraya – Pamalayu, dilanjutkan di Komlek Percandian Padang Roco, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung. Pamalayu di Percandian Padang Roco, adalah lanjutan dari Pestival Pamalayu yang dibuka pada tanggal 22 Agustus 2019 sampai tanggal 7 Januari 2020, dan sekaligus merayakan hari jadinya Kabupaten Dharmasraya yang ke 16 tahun.

Turut hadir di acara ini, pada tanggal 2/1/2020 sekira Pukul.20 Wib, dibuka oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan Koto Besar, Raja Muda dan Bupati termuda disentaro Nusantara ini, dan didampingi oleh para pejabat, seperti; Wabub Amrizal Dt.Rajo Medan, Polres Dharmasraya diwakili Kabag Ops.Kompol Rifa’i,SH dan jajarannya seperti Kapolsek Koto Agung Iptu Hendriza Oktavianus,SH, Kapolsek Pulau Punjung Iptu Syafrinaldi.

Juga dihadiri, oleh Danramil Pulau Punjung Mayor CAJ (K)Tuti Andayani, Kepala BPCB Nurmantias, Sekda Adlisman,S.Sos.MSi, Kepala Dinas dan Para Camat se Kabupaten Dharmasraya, Para wali se Dharmasraya dan beberapa Tokoh Dharmasraya Moh Atut, Rasul Hamidi DT. Suri Danoh, Buyung Nasrul DT.Rajo Nan Godang, M.Dani, Para Ninik Mamak se Kanagarian Siguntur.

Acara ini berlangsung sangat meriah, dengan menampilkan acara kesenian dari UNAND Padang, juga diadakan Stand Pameran Artevak kuno dan budaya BPCB Batu Sangkar, Diskoperindag UKM, dan Disparbudpora Dharmasraya. Kutipan pidato, Bupati Dharmasraya “Walaupun badai menghadang kita namun semangat kita tak akan pudar”. Dharmasraya dengan Pamalayunya sangat di kenal di Nusantara.

Provinsi Lampung bertanya, mengapa Dharmasraya mencaplok nama Melayu..??Ungkap Bupati bahwa, Melayu adalah kepulauan Sumatra tanah Swarnna Bhumi (Dharmasraya masa lalu). Duluan kita mengadakan Pamalayu. Malaysia dan Vietnam juga menanyakan hal itu.”Ungkap Bupati.

Acara ini, juga terselenggara berkat kerja keras kita dari semua lapisan yang ikut berpartisipasi. Saya juga tiap hari datang ke Candi Padang roco setiap hari selama dua jam guna memberi semangat dengan acara ini. Tidak itu saja,”Kata Bupati, acara ini dari BPCB Batu Sangkar juga ikut andil dalam Pamalayu, buktinya BPCB juga membawa beberapa Artevak kuno ke sini. Dari provinsi Jambi juga mengirimi utusan seni tari topeng, dari Provinsi Riau juga menghadiri atau mengirimi utusan.

Tadi siang ulas Bupati, kita juga mengadakan seminar sejarah Dharmasraya dan sejarah PDRI. Karena, kita sempat juga menjadi Ibu kota negara Indonesia sejak tanggal 1 sampai 4 Januari 1949,”Pungkas Bupati.

Acara Pamalayu, di Candi Padang Roco juga memeriahkan hari ulang tahun Kabupaten Dharmasraya yang ke 16 tahun. (ermanali).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed