by

BUPATI DHARMASRAYA MELALUI DINAS KOPERINDAG DAN UKM KABUPATEN DHARMASRAYA

Sabtu, 04 Januari 2020

Protap riau.com, Dharmasraya – Stand Dinas Koperindag dan UKM kabupaten Dharmasraya, kali ini menampilkan Batik Basurek dari Bukit Mandawa Jorong Padang Sari Nagari Tebing Tinggi Pulau Punjung.

Sedikit Pak.Zuibrizal Kadis Koperindag dan UKM Dharmasraya, mengenali standnya pada awak media yang dimulai dari pengrajin Batik Basurek, dapat dikonfirmasi dari Mas Nurkholis (45 th), memaparkan pada media Protapriau, kali ini kami membawa sembilan motif batik basurek antara lain; Kutbha Bajelo, kiambang Batawiek, sirieh godang, angrek hutan, kaluak paku, jambatan kabel batang hari, buah pinang, pucuk rabuang, dan rumah gadang. Batik tanah liat ini semua bahan ada di Kabupaten Dharmasraya.

Saat ini, kami sudah bisa mencapai omset atau daya beli mencapai 30 juta lebih perbulan. Kami, melayani pembelian secara online juga langsung “Ungkap Nurcholis.

Lain halnya, juga disampaikan oleh Fauzi sebagai instruktur dibahagian minuman kopi Arabika yang didatangkan dari Nangro Aceh Darusalam yang dikemas berbentuk soya dengan berbagai rasa,”Kilah Fauzi.

Aromah soya ini, sangat disukai oleh pencandu kopi milenial, disamping kemasan botol gampang diteguk juga gampang dibawah kemana saja,”Imbuhnya.

Kadis Koperindag dan UKM Zuibrizal sekira pukul 14.23 Wib hari Jum’at 03/01/20 disela-sela kesibukannya pada stand tersebut, juga mengharapkan, pada Pamalayu ini khususnya Dia berharap acara yang sedang berlangsung (Candi Padang Roco), disamping masyarakat terhibur juga menambah atau tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat kita di zonah acara ini terutama masyarakat Sungai Lansek dan Siluluk.

Dilihat, pada minat pengunjung yang berdatangkan dari penjuru angin (utara-selatan ,timur dan barat Dharmasraya), kita sudah termasuk haus akan hiburan. Apalagi, Candi Padang Roco adalah sejarah masa lampau kerajaan Melayu Dharmasraya yang begitu tersohor kala itu. Dengan, kunjungan masyarakat tersebut boleh bisa kita jadi tujuan wisata yang diminati oleh domestik atau manca negara,”Kilah pak kadis.

Mudah-mudahan, kunjungan kali ini kadi perputaran uang di Dharmasraya ini jadi lebih besar di acara Pamalayu dan ulang tahun kita yang ke 16 tahun ini,”Pungkas beliau.

Biar pewarta bisa mengembangkan informasi, sedikit tanggapan pengunjung acara tersebut Mario dari Sijunjung kabupaten tetangga kami datang ke Candi Padang Roco ini pingin membuktikan bagaimana Wahnya sehingga dipublik ataupun youtube sering kita lihat dengan peradapan kerajaan Melayu Dharmasraya. Kita selama ini, cuma tahu kerajaan di Sumatra Barat cumah Pagaruyung dengan megahnya Istano tersebut.

Akan tetapi, juga ada kerajaan sebelum Pagaruyung yang merupakan kerajaan Minangkabau. Jadi, pendiri kerajaan Minangkabau adalah Adityawarman yang dahulunya Raja Dharmasraya,”Kilah Rido.

Afandi pedagang keliling, datang jauh-jauh dari Padang Pariaman dan dapat fasilitas satu ruang lapak, dan sebagai penjual pakaian. Fandi merasakan dalam suasana ini, kurang peminat belanja karena daya tarik pengunjung fokus pada T’sir atau kaos oblong yang bermerek Pamalayu. Jadi kita merasakan kurang dapat jual beli dan cuma pas makan, dengan nada kesal. Tahun esok, jika ada pesta Pamalayu kita akan menyablon sebanyak-banyaknya,”Dengan mengakhiri ucapannya. (ermanali)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed